…memasuki sepuluh malam bagian kedua.. tak terasa waktu terus bergulir seolah baru saja bulan keberkahan ini masuk tetapi ternyata sudah memasuku bagian ke dua… terasa masih sangat sedikit munajat ini.. ya Allah mudahkanlah…
…bagian ke 2…
Ditulis dalam Catatan
…jingga…
Menyemburat jingga mentari sore yang merekah di ufuk timur.. mewarnai hatiku yang juga jingga.. merasakan getaran kesyahduan bulan yang penuh dengan keberkahan ini… asa yang membumbung tingga berharap dalam selimut harap dan takut agar segala amal berkenan diterima oleh Sang Penguasa Jagat Raya… Kicau burung yang beterbangan berkejaran menuju peraduannya setelah lelah seharian lelah mencari nafkah… saatnya beristirahat sejenak dari keruwetan dunia… Gulita yang menyelimuti bumi menutupi segalanya.. keheningan yang tercipta memberikan jenak-jenak kelonggaran untuk menumpahkan lelah.. menjeritlah dengan hati dan airmatamu.. mohonlah agar kelak perjalanan ini berakhir dengan senyuman… mohonlah agar kau tidak terjerat dalam kawat berduri dunia.. mohonlah agar lempang jalanmu menuju pada cahaya-Nya… Mohonlah agar kau tak terlepas dari ikatan iman itu.. walaupun badai banyak menerjang.. tofan mengombang ambing dari berbagai sisi… tali-tali itu begitu kuat mengikat..menjerat sampai urat-urat tangan dan kakimu tegang bermunculan.. seolah akan putus saluran darah itu karena begitu erat dan kuatnya ikatan tali-tali dunia… dunia yang tampak indah tapi sebenarnya menipu… semu.. tapi betapa sulitnya menghindarinya…
Ditulis dalam Perjalanan
…usia…
..hei usiaku bertambah.. semakin banyak bilangan di dunia tetapi semakin berkurang bilangan di akhirat… apakah aku sudah melakukan yang amal sholih di usia-usiaku yang telah lalu… semoga Allah memudahkan..
Ditulis dalam Catatan
….pewaris…
Kesehatan itu terasa mahal ketika tubuh merasa sakit.. pergunakanlah yang lima sebelum datang yang lima.. sehat sebelum sakitmu, muda sebelum tuamu, kaya sebelum miskinmu, kuat sebelum lemahmu dan hidup sebelum matimu.. mengingatkan kita untuk senantiasa mensyukuri nikmat Allah melalui berbagai kemudahan yang ia berikan…
Minggu ini gejala flu menyerangku.. kepala pening, hidung meler dan mata perih hinggap dan menyerang tubuhku menyebabkan buyarnya konsentrasi kerja.. aku tetap masuk karena banyak hal yang harus diselesaikan.. Senin malam tadi ada presentasi yang harus kulakukan.. makalah sudah kuperbanyak untuk di bagikan kepada rekan-rekan.. sebuah tema dari Bab 2 dari buku pergerakan akan kebangkitan umat ini..
Sejarah memberikan banyak pelajaran… banyak sekali.. dan bukankah kita ini juga adalah pelaku sejarah.. dan akan menjadi sejarah dimasa yang akan datang pada saat cucu atau cicit kita berperan seperti layaknya kita saat ini..
Manusia memiliki peradaban karena manusialah yang bisa menciptakan peradaban di dunia.. Peradaban manusia terbaik ada pada masa kejayaan Islam.. Generasi terbaik saat itu.. sejarah yang benar mengatakannya walaupun tertutupi oleh kebohongan barat yang ingin menutupi fakta bahwa mereka belajar dari peradaban timur…
Dan kita adalah pewaris peradaban itu.. peradaban yang gilang gemilang dengan kemajuan di semua sisi kehidupan.. peradaban yang bahkan untuk mencari orang yang berhak menerima zakat saja sulit pada waktu itu.. Ilmu pengetahuan berkembang pesat dan menghasilkan berbagai kitab rujukan oleh bangsa barat bahkan hingga saat ini.. tetapi sunnatullah itu terjadi peradaban emas itu terpukul pecah berserakan..
Ali-Imran : 140 – ‘dan masa (kemenangan atau kehancuran) itu kami gilirkan antara manusia (agar mereka mengambil pelajaran)’
Dan kita adalah pewaris peradaban itu.. maka yakinkanlah dirimu bahwa engkau adalah pewaris peradaban besar itu… lalu apa yang harus kita lakukan jika kita tahu bahwa kita adalah pewaris peradaban itu ???
Wujudkan dan lahirkan kembali perdaban itu !!!….
Ditulis dalam Catatan
…berbekallah…
…ternyata masih banyak waktu yang tak termanfaatkan dengan sempurna.. jika membaca sejarah para Sahabat dan juga Nabi Muhammad SAW… terlihat waktu mereka selalu bermakna.. dari tahun ke tahun.. bulan ke bulan.. minggu ke minggu.. hari ke hari.. jam ke jam… menit ke menit… detik ke detik.. bahkan seorang sahabat pernah berkata ‘dalam setiap kedipan mataku ini aku melakukan evaluasi terhadap amalku”.. Subhanallah.. lalu bagaimana dengan orang seperi aku dan kita semua…
Banyak orang merasa sibuk.. sangat sibuk dan super sibuk.. entahlah apakah memang benar kesibukan itu.. sehingga terkadang ia tak mau lagi menolong saudaranya yang membutuhkan karena sibuk.. ia tak sempat lagi menemani anaknya bermain karena sibuk.. tak sempat bercengkrama dengan istrinya karena sibuk.. tak sempat menjenguk kedua orang tuanya karena sibuk.. bahkan melalaikan tugasnya sebagai hamba kepada Robb-Nya karena sibuk… waduh bagaimana bisa manusia melupakan penciptanya karena sibuk ?? bisa … dan saat ini banyak terjadi…
Lalu apa sih kesibukan yang membuat orang bahkan merasa kekurangan waktu itu… emang ga boleh sibuk ?.. tentu saja boleh lah.. justru manusia memang harus selalu sibuk untuk menyiapkan perbekalan perjalanannya di dunia ini… minggu lalu saya baca sebuah tulisan di sebuah buletin yang membandingkan waktu di dunia dengan waktu diakhirat.. ternyata di dunia ini jika usia orang diambil rata-rata 60 tahun maka hanya menjadi 4 menit saja menurut waktu akhirat… terlepas ini benar atau salah… satu hal yang harus diingat… bahwa ternyata hidup di dunia ini begitu singkatnya… kebanyakan kita justru mati-matian mengejar yang sesaat tapi justru melupakan yang abadi…
Kesibukan mengumpulkan perbekalan akan menjadi pemberat timbangan amal jika semua kita orientasikan pada ibadah… apakah ada tugas lain dari seorang hamba bernama manusia kepada Tuhannya kecuali ‘beribadah’… tidak ada… pantas sekali Rasulullah mengatakan dalam hadist yang pertama bahwa semua hal yang kita kerjakan tergantung dari niatnya… bahkan niat baik saja sudah mendapatkan balasan dari Allah…
Walaupun terasa berat dan tidak mudah ini harus dilakukan… meluruskan niat agar setiap amal menjadi perbekalan yang bermanfaat untuk pulang ke akhirat nanti.. jangan salah untuk menentukan pilihan.. Ya Robbana kesatnya hati ini menyebabkan terkadang cahaya-Mu terpantul kempali dan tidak bisa masuk kedalamnya.. karena pekatnya dosa-dosa hamba… Ya Allah.. kesadaran yang hadir seiring dengan melemahnya raga ini semoga bisa menjadi pengingat hamba untuk senantiasa taat kapada-Mu.. Berikan rasa nikmat itu Ya Allah.. nikmat munajat dan mengadu pada-Mu.. Nikmat dan kegembiraan seperti yang pernah Engkau berikan kepada orang-orang sholih terdahulu.. bukakanlah mata hati hamba dari kebenaran Cahaya-Mu.. jadikanlah segala kesibukan hamba menjadi nilai yang baik di sisi-Mu.. berikanlah petunjuk yang jelas akan kebaikan dan keburukan…
Allahumma Ya Allah… ampunilah hamba yang hina ini…
Ditulis dalam Perjalanan
« Newer Posts - Tulisan Sebelumnya »